Sabtu, 14 Mei 2011

SURAT MENYURAT DAN PROPOSAL

SURAT MENYURAT DAN PROPOSAL

Berdasarkan sifatnya, surat dibedakan atas dua jenis, yaitu surat dinas/resmi dan surat pribadi/tidak resmi. Surat dinas dibuat oleh instansi atau lembaga dan menggunakan bahasa serta format surat yang baku. Adapun surat pribadi dibuat oleh perseoragan, berisi masalah pribadi. Bahasa dan format yang digunakan tidak harus baku.
Berdasarkan isinya, surat resmi dibedakan berbagai macam, antara lain surat perjanjian, surat kuasa, pengumuman, memo, proposal, surat niaga, dan sebagainya.
1.Surat Perjanjian
Surat perjanjian biasanya dibuat dalam urusan jual-beli atau sewa-menyewa. Surat perjanjian jual-beli atau sewa-menyewa setidaknya memuat judul surat, identitas kedua pihak (nama, alamat, pekerjaan), pernyataan melakukan perjanjian atau kesepakatan, isi kesepakatan, tempat dan tanggal pembuatan, nama dan alamat saksi-saksi, tanda tangan pihak-pihak yang bersepakat dan para saksi.
2.Surat Kuasa
Surat kuasa harus memuat judul surat (“SURAT KUASA”), iodentitas pemberi dan penerima kuasa, hal yang dikuasakan, tempat dan tanggal surat, tanda tangan pemberi kuasa.
3.Memo
Memo adalah surat yang digunakan intrainstansi. Biasanya dibuat dari atasan untuk bawahan antau antara pejabat satu dengan pejabat lain yang setingkat. Unsur memo adalah judul (“MEMO”), Dari, Untuk, isi memo (ditulis tanpa basa-basi, langsung mengarah ke isi), paraf pemberi memo.
4.Surat Lamaran Kerja
Surat lamaran kerja dibuat oleh seseorang saat ingin melamar suatu pekerjaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan surat lamaran kerja adalah (a) dibuat dengan format resmi, (b) ditulis dengan rapi, (c) menunjukkan identitas pelamar (nama, pendidikan, alamat), (d) disertai lampiran yang diperlukan.
5.Proposal
Proposal dibuat untuk memperoleh bantuan atau pun izin bagi terselenggaranya suatu acara. Isi proposal meliputi nama kegiatan, latar belakang, tujuan, bentuk kegiatan, pelaksana, jadwal pelaksanaan, keuangan/pendanaan, penutup, tanda tangan ketua/penanggung jawab kegiatan.
proposal, yaitu rencana kegiatan yang disusun secara sistematis untuk diusulkan pelaksanaannya. Usulan tersebut disampaikan kepada pihak tertentu untuk mendapatkan izin pelaksanaan atau bantuan. Karenanya, proposal perlu ditulis secara baik dan lengkap.
Proposal yang lengkap mengandung komponen sebagai berikut:
1.judul kegiatan
2.nama kegiatan
3.dasar pemikiran diadakannya kegiatan
4.bentuk kegiatan
5.tujuan kegiatan
6.waktu dan jadwal pelaksanaan kegiatan
7.panitia penyelenggara
8.besarnya biaya dan sumber dana
9.penutup.
Jika kamu menyusun proposal, perhatikanlah hal-hal berikut:
1.Unsur-unsur proposal harus ditulis secara runtut dan lengkap.
2.Uraian tiap-tiap unsur hendaknya singkat, padat, dan jelas.
3.Hindarilah penggunaan bahasa konotatif yang "berbunga-bunga".
4.Proposal harus ditulis secara rapi.

Perhatikan contoh proposal di bawah ini!

===============================================================

Proposal
Pentas Teater Sekolah SMA Negeri 45 Semarang
Tahun 2006


I. Nama Kegiatan
Kegiatan yang akan kami selenggarakan ini, kami beri nama “Pentas Teater Sekolah SMA Negeri 45 Semarang Tahun 2006”.

II. Dasar Pemikiran
Pementasan teater sekolah merupakan kegiatan yang dapat menggalakkan kreativitas dan solidaritas siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk berkreasi dan bekerjasama.
Secara tidak langsung, kegiatan ini diharapkan pula dapat meningkatkan kepedulian siswa pada situasi zaman, mengiventarisasi persoalan, dan mencari jalan pemecahan secara arif dan tepat.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, pengurus OSIS SMA Negeri 45 Semarang berniat menyelenggarakan pementasan teater sekolah.

III. Bentuk Kegiatan
Kegiatan yang akan kami laksanakan berupa pementasan drama panggung berjudul "Jaka Tarub" karya Akhudiat.oleh kelompok teater Patma Jaya.

IV. Tujuan Kegiatan
Pementasan teater sekolah ini bertujuan sebagai berikut:
1. Menggalakkan kreativitas siswa di bidang teater.
2. Mengoptimalkan keseriusan siswa dalam berlatih teater.
3. Menampung dan mengembangkan potensi siswa yang berbakat di bidang teater.
4. Menyediakan wahana apresiasi drama di kalangan pelajar, khususnya siswa-siswi SMA Negeri 45 Semarang.

V. Waktu, Tempat Pelaksanaan Pementasan
Hari, tangal : Sabtu dan Minggu, tanggal 16 dan 17 September 2006
Pukul : 19.30 - 22 .0 WIB.
Tempat : Aula Besar SMA Negeri 45 Semarang

VI. Pelaksana
Pembimbing : Drs. S. Prasetyo Utomo
Ketua : Suyitno Bahari
Sekretaris : Nina Nabila Pangesthika
Bendahara : Isnania Puspitaningtyas
Koordinator Pementasn : Stagi Zainal Mustafa
Koordinator Publikasi : Iqbal Hanuwara
Koordinator Properti : Baiti Nur Sadewa
Sie Dana : Juwita Hartaningrum
Sie Dokumentasi : Dony Kamerawan

VII. Anggaran Biaya
Rencana pengeluaran:
1. Kesekretariatan Rp 300.000,00
2. Konsumsi Rp 750.000,00
3. Dokumentasi Rp 150.000,00
4. Perlengkapan Rp 200.000,00
5. Lain-lain Rp 100.000,00
_____________ +
Jumlah Rp 1.500.000,00

Rencana Pemasukan:
1. Dana Tetap OSIS Rp 400.000,00
2. Sumbangan sponsor Rp 1.000.000,00
3. Lain-lain Rp 100.000,00
_____________ +
Jumlah Rp 1.500.000,00

VIII. Penutup
Demikian usulan kegiatan “Pementasan Teater Sekolah SMA Negeri 45 Semarang Tahun 2006”. Bantuan dan dukungan dari semua pihak sangat kami harapkan demi kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut. Atas perhatian dan bantuan yang diberikan, kami mengucapkan terima kasih.

Semarang, 20 Agustus 2006

Mengetahui, Hormat kami,
Ketua OSIS Ketua Panitia,
SMAN 45 Semarang,




Zulfikar Marahimin Suyitno Bahari

6. Surat Permohonan
Berdasarkan isinya, ada berbagai jenis surat resmi, antara lain surat undangan, pengumuman, permohonan, ucapan terima kasih, permohonan maaf, permohonan izin, kuasa, dan lain-lain.
Dalam penulisan surat perohonan resmi, ada banyak hal yang harus diperhatikan, antara lain: 1. Ditulis dengan memperhatikan ejaan yang disempurnakan (EYD).
2. Alamat surat tidak perlu diawali dengan Kepada.
1.Dalam tanggal surat, nama bulan tidak boleh menggunakan angka atau disingkat. Tahun harus ditulis lengkap dan tidak diakhiri tanda titik (.)
2.Alamat surat tidak perlu diawali Saudara, Saudari, Bapak, atau Ibu jika diikuti jabatan.
3.Nomor, lampiran, dan hal surat tidak boleh diakhiri tanda titik (.).
4.Kata sapaan Saudara, Saudari, Bapak, atau Ibu boleh digunakan jika diikuti nama orang.
5.Salam, jika ada, harus diakhiri tanda koma (,) sebab salam bukanlah kalimat.
6.Salam penutup tidak diperlukan dalam surat resmi, karena sudah terwakili dalam penyebutan Yth. dan salam pembuka. Adanya salam penutup merupakan pemborosan kata.
7.Nama penandatangan surat tidak boleh ditulis dengan huruf kapital semua, diberi tanda kurung (-), atau digarisbawahi.
8.Pernyataan Dengan ini, digunakan untuk mengawali penyampaian informasi, sedangkan Bersama ini, digunakan untuk mengawali penyampaian lampiran.
Agar jelas, perhatikan contoh surat permohonan di bawah ini!

DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
Jalan Kapitan Patimura 22, Ambon 54657, Telepon (0911) 8503342

Nomor : 34/KS/XI/2005 23 April 2006
Lampiran: -
Hal : Permohonan

Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon
Jalan Kristina Martha Tiahahu 12 Ambon

Dengan hormat,

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, OSIS SMP Negeri 2 Ambon bermaksud mengadakan kegiatan Loma Baca Puisi Pahlawan. Berkenaan dengan hal tersebut, dengan ini kami mohon Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon untuk berkenan membuka kegiatan tersebut pada hari Selasa ,1 Mei 2006 di Aula SMP Negeri 2 Ambon, Jalan Kapitan Patimura 22 Ambon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar