Jumat, 29 Oktober 2010

SYARAT-SYARAT KALIMAT EFEKTIF

SYARAT-SYARAT KALIMAT EFEKTIF

1. Sebutkan dan jelaskan syarat-syarat kalimat efektif?
Kalimat efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili sasaran atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gaga san yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.
Kalimat merupakan suatu bentuk bahasa yang mencoba menyusun dan menuangkan gagasan-gagasan seseorang secara terbuka untuk dikomunikasikan kepada orang lain.
Aspek-aspek penguasaan bahasa meliputi :
a. Penguasaan secara aktif sejumlah besar perbendaharaan kata (kosa kata) bahasa tersebut.
b. Penguasaan kaidah-kaidah sintaksis bahasa itu secara aktif.
c. Kemampuan menemukan gaya yang paling cocok untuk menyampaikan gagasan-gagasan.
d. Tingkat penalaran (logika) yang dimiliki seseorang.
Dalam bab ini khusus akan diberikan uraian mengenai kalimat ditinjau dari segi komposisi dan retorika yaitu mengenai kalimat yang efektif.
Jadi yang dimaksud dengan kalimat yang efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat berikut :
Yang dimaksud dengan kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
 Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis
 Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

2. Koherensi yang baik dan komplek
Koherensi adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata ) yang membentuk kalimat itu.

Ada empat Kesalahan yang dapat merusak koherensi yaitu:
1. Menempatkan kata depan
2. Kata penghubung yang tidak sesuai atau tidak pada tempatnya.
3. Penempatan keterangan aspek yang tidak sesuai
4. Pemakaian kata, baik karena merangkainya atau hakikatnya mengandung kontradiksi
Koherensi yang baik dan benar adalah hubungan timbal balik yang baik dan jelas antara unsur-unsur (kata atau kelompok kata) yang membentuk kalimat itu.



3. Kehematan (Economy)
Kehematan adalah adanya hubungan jumlah kata yang digunakan dengan luasnya jangkauan makna yang diacu. Sebuah kalimay dikatakan hemat bukan karena jumlah katanya sedikit, sebaliknya dikatakan tidak hemat kerena jumlah katanya terlalu banyak. Yang utama adalah seberapa banyakkah kata yang bermanfaat bagi pembaca atau pendengar. Dengan kata lain, tidak usah menggunakan belasan kata, kalau maksud yang dituju bisa dicapai dengan beberapa kata saja.Upaya untuk mengefektifkan sebuah kalimat,dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
a. Menghilangkan subyek yg tidak diperlukan
b. Menghindari penggunaan hipernim dan hiponim secara bersamaan
c. Menjauhkan pemakaian kata depan dari,dan,dari pada yang tidak perlu
d. Menghindari pemakaian kata yg tidak perlu
e. Menghindari bentuk klausa ber-bahwa bila bentuk frasenya sudah memadai
f. Menghilangkan pleonasme.

4. Penekanan
Inti pikiran yang terkandung dalam tiap kalimat (gagasan utama) haruslah dibedakan dari sebuah kata yang dipentingkan. Kata yang dipentingkan harus mendapat tekanan atau harus lebih ditonjolkan dari unsur-unsur yang lain. Namun masih terdapat beberapa cara yagn dapat dipergunakan untuk memberi penekanan itu, baik dalam bahasa lisan maupun dalam bahasa tulisan.
Cara-cara yang dipergunakan untuk memberi penekanan :
a.Mengubah-ubah posisi dalam kalimat
b.Mempergunakan repetisi
c.Pertentangan
d.Partikel penekanan

5. Variasi
Variasi merupakan suatu upaya yang bertolak belakang dengan repetisi. Variasi tidak lain daripada menganeka-ragamkan bentuk-bentuk bahasa agar tetap terpelihara minat dan perhatian orang.

Variasi dalam kalimat ada beberapa macam cara :
1. Variasi sinonim kata
2. Variasi panjang pendeknya kalimat
3. Variasi penggunaan bentuk me dan di
4. Variasi dengan mengubah posisi dalam kalimat

6. Paralelisme
Paralelisme adalah kesejajaran bentuk, membantu memberi kejelasan dalam unsur gramatikal dengan mempertahankan bagian-bagian yang sederajat dalam konstruksi yang sama.

7. Penalaran atau Logika
Jalan pikiran adalah suatu proses berpikir yang berusaha untuk menghubung-hubungkan evidensi-evidensi me¬nuju kepada suatu kesimpulan yang masuk akal. lni berarti kalimat¬-kalimat yang diucapkan harus bisa dipertanggung-jawabkan dari segi akal yang sehat atau singkatnya harus sesuai dengan penalaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar