Kamis, 28 Juni 2012

SEANDAINYA SAYA MENJADI AUDITOR IT

SEANDAINYA SAYA MENJADI AUDITOR IT
Menjadi Auditor IT bukanlah perkara mudah, pekerjaan ini membutuhkan spesifikasi skill yang terbilang tidak mudah.  Untuk menjadi seorang auditor yang baik dibutuhkan pengetahuan mendalam mengenai proses bisnis perusahaan yang dapat ditunjang oleh praktik-praktik terbaik, yang terkait dengan perencanaan, pengembangan, pelaksanaan maupun pengawasan teknologi informasinya. Sertifikasi yang diberikan sebagai bentuk pengakuan profesionalitas di bidang Management dan Audit, antara lain : CISA (Certified Information Systems Auditor) CISM (Certified Information Security Manager) CISSP (Certified IS Security Professional) CIA (Certified Internal Auditor) Salah satu institusi yang menawarkan sertifikasi untuk Management dan Audit yaitu Information Systems Audit and Control Association (ISACA).
Supaya dapat memahami proses audit teknologi informasi, setidaknya kita harus memahami jenis/bagian secara umum dari teknologi informasi itu sendiri yang terdiri atas:
1.    Systems and Applications
Pada bagian ini mewakili bagaimana sebuah data diproses melalui aplikasi perangkat lunak komputer yang dikelola melalui suatu sistem yang biasanya terdiri atas tingkatan hierarkis yang mengikuti aturan bisnis yang berlaku di organisasi yang menggunakannya.
Sehingga proses auditnya sendiri akan meliputi verifikasi terhadap sistem dan aplikasinya apakah handal, efisien serta memiliki kontrol yang melekat untuk memastikan kebenaran, kehandalan, kecepatan maupun keamanan pada saat pengiriman, pemrosesan serta pengeluaran informasi di setiap tingkatan kegiatan sistem.
2.    Information Processing Facilities
Merupakan komponen yang terkait dengan fasilitas-fasilitas yang digunakan untuk mengolah informasi di suatu organisasi. Biasanya ini terkait dengan perangkat keras seperti misalkan scanner, komputer server, formulir, dsb.
Di komponen teknologi informasi ini dilakukan verifikasi untuk memastikan apakah fasilitas pemrosesan terkendalikan untuk memastikan kecepatan, ketepatan dan tingkat efisiensi dari aplikasi-aplikasi berada dalam kondisi normal serta di bawah kemungkinan adanya potensi kerusakan/gangguan.
3.    Systems Development
Adalah bagian dari proses pembangunan maupun pengembangan dari sistem yang sudah ada dalam suatu organisasi sesuai tujuan-tujuan aktivitasnya.
Proses audit pada komponen ini ditujukan untuk memverifikasi apakah setiap sistem yang sedang dalam proses pengembangan sesuai dengan tujuan/pedoman/arahan/visi/misi dari organisasi penggunanya.
Selain itu proses audit pada bagian ini juga ditujukan untuk memastikan apakah selama proses pengembangan sistem sesuai dengan standar-standar yang secara umum digunakan dalam pengembangan sistem.
4.    Management of IT and Enterprise Architecture
Pengelolaan atas teknologi informasi serta arsitektur seluruh lingkup internal organisasi yang disesuaikan dengan struktur dan prosedur yang ditetapkan oleh manajemen adalah sangat penting.
Pentingnya hal tersebut memerlukan proses audit yang dilaksanakan untuk memastikan apakah segenap lingkungan/komponen organisasi dalam pemrosesan informasinya dilakukan secara terkendali dan efisien.
5.    Client/Server, Telecommunications, Intranets, and Extranets
Komputer, peralatan telekomunikasi, sistem jaringan komunikasi data elektronik (intranet/extranet) serta perangkat-perangkat keras pengolahan data elektronik lainnya adalah komponen dari sebuah teknologi informasi.
Audit di bagian ini menjadi penting untuk melakukan verifikasi atas seperangkat pengendalian pada infrastruktur perangkat keras yang digunakan dalam pemrosesan serta komunikasi data secara elektronik dalam suatu sistem jaringan yang terintegrasi.
Dimana dalam melaksakan proses audit teknologi/sistem informasi meliputi tahapan-tahapan berikut:
•    Planning
Pada tahapan ini lakukan perencanaan menyeluruh atas hal-hal mendasar seperti:
o    Fokus komponen yang akan diaudit
o    Alat (framework) yang akan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan audit
o    Kebutuhan sumber daya yang diperlukan
o    Hasil akhir yang diinginkan dari proses audit
o    Jadual kegiatan
o    Rencana Anggaran Biaya jika menggunakan jasa pihak lainnya
•    Studying and Evaluating Controls
Pada tahap ini setelah kita mempelajari bagaimana kondisi dari obyek audit kita. Biasanya secara mendasar fokus dari audit adalah kemampuan pengendalian/kontrol atas obyek tersebut. Kemudian dari hasil melakukan analisis tersebut disusun evaluasi atasnya.
•    Testing and Evaluating Controls
Setelah mempelajari dan mengevaluasi hasil analisisnya, tahap berikutnya adalah melakukan serangkaian pengujian atas obyek audit kita.
Pengujian tersebut tentunya menggunakan standar-standar baku berdasarkan framework yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk digunakan dalam proses audit.
Sama halnya dengan tahapan sebelumnya, inti dari proses audit adalah melakukan telaah uji atas kemampuan pengendalian atas setiap aspek dari sumber daya teknologi informasi yang ada berdasarkan batasan-batasan yang sudah disepakati sebelumnya.
Hasil dari pengujian tersebut kemudian dievaluasi untuk disusun dalam laporan hasil pemeriksaan.
•    Reporting
Seluruh tahapan yang telah dilakukan sebelumnya dalam proses audit teknologi informasi kemudian didokumentasikan dalam suatu laporan hasil pemeriksaan/audit.
•    Follow-up
Hasil dari laporan hasil pemeriksaan/audit kemudian ditindaklanjuti sebagai acuan para pemegang kebijakan di setiap tingkatan manajemen organisasi dalam menentukan arah pengembangan dari penerapan teknologi informasi di organisasi tersebut.
Nah, melihat luasnya cakupan aspek audit teknologi/sistem informasi tersebut di atas maka kualifikasi yang diperlukan untuk menjadi auditor TI/SI menjadi multi-disiplin pengetahuan dan keahlian.
Seorang auditor TI/SI tidak hanya harus memahami sisi teknis tapi juga harus bisa memahami aspek manajerial terutama di bagian manajemen.
Sehingga selain harus memiliki keahlian yang memadai dalam masalah-masalah teknis di bidang teknologi informasi, seorang auditor TI/SI didukung pula dengan pemahaman yang baik atas prinsip-prinsip akuntansi.
Hal ini disebabkan oleh besarnya tanggung jawab yang harus dipikul oleh seorang auditor TI/SI yang melakukan evaluasi terhadap pengendalian atas pencatatan/perekaman dan pemeliharaan/pengamanan aset organisasi yang diaudit olehnya.
SUMBER:
http://www.setiabudi.name/archives/98
http://awansembilan.blogspot.com/view/magazine


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar