Jumat, 11 Maret 2011

Kalimat abstrak dan Bentuk Proposisi

I.Tentukan bentuk proposisi yang tepat pada pernyataan di bawah ini!

1.Bahasa adalah sarana penalaran
- proposisi kategorial, karena antara hubungan subjek dan predikat tidak memerlukan syarat khusus.
Karena bahasa merupakan suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri.
2. sifat kuantitatif matematika meningkatkan daya prediksi ilmu.
- Proposisi kualitas positif/afirmatif
Dimana pada proposisi ini terdapat persesuaian antara subjek dan predikat

3. Bagaimana peranan bahasa dalam proses penalaran?
- Proposisi kualitas negative
proposisi dimana tidak terdapat kesesuaian antara subjek dan predikat.

4. Semoga saja penelitian ini berhasil!
- Proposisi kuantitas universal
Merupakan proposisi yang biasanya diawali dengan kata yang menunjukkan sesuatu itu umum, misalnya semua, seluruhnya.




II. Temukan kalimat abstrak dalam bahasa logika predikat untuk kalimat bahasa manusia berikut ini:

1. Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi.
Kalimat abstrak : ”tidak ada manusia”.
2. Socrates adalah manusia
Kalimat abstrak : ”adalah manusia”.
3. Jika socrates adalah manusia dan Untuk semua manusia, tidak ada manusia yang abadi maka socrates tidak abadi.
Kalimat abstrak : ”tidak ada manusia” dan ”maka socrates”.
4. Jika semua bilangan prima adalah bilangan ganjil maka beberapa bilangan genap adalah bilangan prima.
Kalimat abstrak : ”bilangan genap adalah bilangan prima”.

Senin, 03 Januari 2011

POSTER IKLAN DAN SLOGAN

POSTER IKLAN DAN SLOGAN
Poster
Lembaran pengumuman atau iklan yang dipasang di tempat umum yang biasanya disertai gambar.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia : Poster plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan) dengan dan tulisan gambar yang mencolok.

Pemasangan poster :
Biasanya di tempat umum, seperti : terminal, stasiun, pasar, rumah sakit, dan sebagainya. Ditempelkan di dinding atau tembok. Dipasang di pinggir-pinggir jalan.

Tujuannya :
Agar sesuatu yang ada dalam poster itu dapat diketahui umum. Menjadikan masyarakat umum tertarik untuk membeli, memakai, atau mengikuti isi poster tersebut.

Bahasa poster :
1. Singkat
2. Jelas
3. Efektif
4. Mudah dimengerti
5. Menarik perhatian pembaca.

Prinsip penyusunan poster :
1. Kalimat dan gambar yang dipilih sesuai dengan tujuan penulisan poster.
2. Kalimat dalam poster bersifat mempengaruhi sehingga harus menggunakan kata yang menarik.
3. Kata-kata yang digunakan singkat dan padat agar orang lebih mudah mengingat dan mudah memahaminya dalam waktu yang singkat.
4. Dilengkapi dengan gambar agar dapat diketahui khalayak dengan cepat dan menarik. Gambar akan mendukung kalimat poster sehingga tidak perlu kalimat yang banyak gambar sudah mewakili poster.

Berdasarkan isinya, poster dibagi menjadi :
1. Poster kegiatan : Bertujuan memberitahukan adanya suatu kegiatan dan mengajak pembaca mengikuti atau berpartisipasi dalam megaton tersebut.
2. Poster penerangan atau pendidikan : Bersifat mempengaruhi pembaca untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu.
3. Poster hiburan : Berisi pemberitahuan adanya sesuatu hal yang bersifat hiburan.
4. Poster niaga : Bersifat menarik pembaca untuk membeli atau menggunakan suatu barang atau jasa.


IKLAN
Bentuk komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara menarik. Tujuannya untuk mempengaruhi khalayak. Sasarannya masyarakat luas yang jumlahnya tak dapat ditentukan dan tinggalnya berpencar-pencar. Digunakan untuk menyampaikan gagasan, produk, atau jasa.

Ditinjau dari isinya, suatu iklan harus :
1. Objektif dan jujur
2. Menarik
3. Singkat dan jelas
4. Tidak bertentangan dengan SARA.

Dari segi bahasa, iklan harus :
1. Mudah dipahami
2. Mudah diingat
3. Persuasif / mempengaruhi
4. Menimbulkan kepenasaran masyarakat luas.

Ciri-ciri iklan :
1. Informatif
2. Komunikatif
3. Bahasa singkat dan padat
4. Menarik

Macam – Macam Iklan :
• Iklan penawaran : Disusun dengan menggunakan kata-kata pilihan yang berkonotasi baik, memikat, dan sugestif.
• Iklan pengumuman : Disusun untuk memberitahukan atau mengumumkan sesuatu kepada khayalak ramai.
• Iklan reklame : Disusun dengan menggunakan media di tempat terbuka sehingga mudah dilihat khalayak ramai. Kalimat reklame biasanya memuji produk dengan semboyan dan bersifat sugestif.


SLOGAN
Perkataan atau kalimat yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan suatu ideologi, golongan, organisasi, partai politik, dan sebagainya.
Bersifat untuk membangkitkan semangat suatu prinsip hidup.

Kalimat slogan :
Singkat penuh makna
Contoh :
1. Pemuda sehat, negara kuat.
2. Sekali merdeka, tetap merdeka.
3. Jagalah sehatmu sebelum sakitmu.
4. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.
5. Kelas bersih, hati jernih.

KATA GANTI PRONOUN

KATA GANTI PRONOUN
1. Macam-macam kata ganti
Menurut fungsinya kata ganti dibedakan sbb:
1. Kata ganti orang, ialah kata yang menggantikan orang. Kata ganti orang ada tiga macam, yaitu:
a. Kata ganti orang pertama
Contoh : saya, aku, kami
b. Kata ganti orang kedua
Contoh : kamu, anda, engkau, saudara, bapak
c. Kata ganti orang ketiga
Contoh : dia, ia, beliau, -nya
2. Kata ganti milik, ialah kata ganti yang dipakai di belakang kata benda yang menyatakan pemilikan.
Contoh: Bukuku dipinjamnya.
Lukisannya sangat bagus.
3. Kata ganti penunjuk, ialah kata ganti untuk menunjukkan sesuatu.
Contoh: Lemari itu sangat besar.
Bulan ini ia akan berangkat.
4. Kata ganti penghubung, ialah kata ganti yang berfungsi sebagai penghubung dalam kalimat.
Contoh: Rumah yang besar itu sekarang sudah dijual.
Gadis yang ramah itu disenangi teman-temannya.
5. Kata ganti penanya, ialah kata yang dipergunakan untuk bertanya atau menanyakan orang, benda, sifat, keadaan, waktun atau tempat.
Contoh: Dimana kau simpan bukuku?
Siapa yang menempati rumahnenek?
Mengapa ia tidak datang? dsb.

Kata depan atau kata perangkai (Preposision), ialah kata yang terletak di depan kata lain berfungsi menghubungkan atau merangkaikan kata dengan kata atau kata dengan kalimat.
Macam-macam kata depan
Berdasarkan fungsinya, kata depan dibedakan sebagai berikut:
1. Kata depan di, ke, dan dari, dalam fungsi menyatakan arah atau tempat.
di : menunjukkan ada pada suatu tempat
ke : menunjukkan tempat yang dituju
dari : menunjukkan tempat yang ditinggalkan.
Kata depan tersebut merupakan jenis kata depan sejati (asli). Namun demikian terdapat jenis kata depan yang lain yang berasal dari kata benda, kata kerja, dan lain-lain.
2. Kata depan pada atau kepada berfungsi menyatakan waktu atau nama orang.
Contoh : Kami tunggu kehadirannya pada hari Minggu, 26 Maret 2006.Tanyakan kepada gurumu tentang penjelasan soal itu.
3. Kata depan akan berfungsi menyatakan waktu atau kegiatan yang akan dilaksanakan atau yang akan terjadi.
Contoh: Kami berdua akan mendaki Gunung Gede.
Mendung seperti ini biasanyaakan turun hujan
4. Kata depan dengan berfungsi menyatakan alat, keadaan, hubungan kesetaraan, dan keterangan perbandingan.
Contoh: -Ayah memotong kayu dengan gergaji. (alat)
-Dengan tergesa-gesa mereka berlari meninggalkan desa. (keadaan)
-Surabaya lebih panas dibandingkan dengan Jakarta. (perbandingan)
-dsb.
5. Kata depan atas berfungsi menghubungkan kata benda atau kata kerja dengan kata keterangan dan berfungsi menggantikan kata dengan, demi.
Contoh: -Kegiatan ini dapat terselenggara atas kerja sama semua elemen masyarakat.
-Terima kasih atas semua bantuan yang diberikan.
6. Kata depan antara berfungsi menunjukkan jarak.
Contoh: -Lokasi perkemahan itu terletak antara Bogor dengan Jakarta. (jarak).
-Tabrakan maut antara bus dengan kereta menewaskan 20 penumpang bus.

SINONIM DAN ANTONIM

SINONIM DAN ANTONIM
SINONIM
Sinonim > berasal dari bahasa Yunani Kuno “Syn” > berarti dengan dan
“Onoma” > berarti nama.

Sinonim merupakan kata – kata yang mempunyai kesamaan arti walau arti kata – kata itu tidaklah sama betul.
Dalam kalimat tertentu, suatu kata mungkin dapat digunakan, tetapi dalam kalimat lain tidak dapat .

KALIMAT SINONIM
1Pengalamannya sangat...
a.Pahit
b.Getir

2Obat itu sangat...
a.Pahit
b.Getir

Pada kalimat pertama kata pahit dan getir dapat dipertukarkan, sedangkan pada kalimat kedua tidak dapat dipertukarkan.

ANTONIM
Antonim > berasal dari kata Yunani Kuno “Anti” > yang berarti melawan dan
“Onoma” > yang berarti nama.

Antonim merupakan kata – kata yang berlawanan arti.

Jenis-Jenis Antonim
A. Antonim Kembar
B. Antonim Majemuk
C. Antonim Gradual

A.Antonim Kembar, Kata-kata yang berlawanan makna, terbatas hanya dua unsur saja.
Contoh : - perjaka x gadis
- jantan x betina
- jauh x dekat

B.Antonim Majemuk, Perlawan makna dengan beberapa kata.
Contoh : - merah x tidak merah ( seperti : putih, hijau, biru )

C.Antonim Gradual, Perlawanan dengan tingkatan makna.
Contoh : - gemuk x agak gemuk
- gemuk x kurang gemuk
- gemuk x tidak gemuk

UNGKAPAN DAN PERIBAHASA

UNGKAPAN DAN PERIBAHASA

Macam-Macam Ungkapan :
1.Ungkapan dengan bagian tubuh
2.Ungkapan dengan indra
3.Ungkapan dengan nama warna
4.Ungkapan dengan nama benda alam
5.Ungkapan dengan nama binatang
6.Ungkapan dengan bagian tumbuh-tumbuhan
7.Ungkapan dengan kata bilangan

A.Ungkapan dengan bagian tubuh
Contoh:
a. Jeng Sri memang tinggi hati.(sombong)
b. Karena ucapan orang itu, Waluyo naik darah.(marah)
c. Itulah akibatnya kalau menjadi anak yang berkepala batu. (tidak mau menurut)

B.Ungkapan dengan indra
Contoh:
a. Hati-hati terhadap orang yang besar mulut itu. (suka membual)
b. Merah telinganya ketika ia dituduh sebagai koruptor. (marah)
c. Karena mata gelap, dia mengamuk di kantor. (hilang kesabaran)

C.Ungkapan dengan nama warna
Contoh:
a. Lebih baik berputih tulang daripada hidup menanggung malu seperti ini. (mati)
b. Ketika kutinggalkan dulu engkau masih merah, sekarang sudah seorang jejaka. (masih bayi)

D.Ungkapan dengan nama benda alam
Contoh:
a. Selama pertandingan sepak bola itu, benar-benar dia menjadi bintang lapangan. (pemain yang baik)
b. Pidatonya digaraminya dengan lelucon sehingga menarik para pendengarnya. (dibumbui; dihiasi)

E.Ungkapan dengan nama binatang
Contoh:
a. Lagi-lagi aku yang dikambing hitamkan bila timbul keributan di kelas. (orang yang dipersalahkan)
b. Maaf, aku tak sudi kaujadikan aku sebagai kuda tunggangmu. (kausuruh-suruh untuk kepentinganmu)

F.Ungkapan dengan bagian tumbuh-tumbuhan
Contoh:
a. Kalau rasa permusuhan itu tidak dicabut sampai akar-akarnya, hubungan kalian tak pernah baik. (dihilangkan benar-benar)
b. “Gema Tanah Air” sebuah bunga rampai yang disusun oleh H.B. Jassin. (buku yang berisi kumpulan karangan beberapa orang)

G.Ungkapan dengan kata bilangan
Contoh:
a. Kalau bekerja dengan setengah hati, hasilnya kurang memuaskan.(tidak sungguh-sungguh)


PERIBAHASA
1.Kelompok kata atau kalimat yang tetap susunannya dan biasanya mengiaskan maksud tertentu.
2.Ungkapan atau kalimat-kalimat ringkas, padat yang berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku.

Jenis Peribahasa :
1.Pepatah
2.Perumpamaan
3.Pemeo
4.Ungkapan

A.Pepatah, Jenis peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran dari orang tua-tua.
Contoh:
a. Air tenang menghayutkan.(orang pendiam, tetapi berilmu banyak)
b. Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah. ( dalam melakukan suatu pekerjaan hendaknya selalu berhati-hati)

B.Perumpamaan, Jenis peribahasa yang berisi perbandingan yang menggunakan kata seperti, bagai, bak, laksana, dll.
Contoh:
a. Seperti pungguk merindukan bulan. (mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin tercapai)
b. Laksana burung dalam sangkar. (seseorang yang terikat oleh keadaan)

C.Pemeo, Jenis peribahasa yang biasanya digunakan untuk semboyan.
Contoh:
a. Esa hilang, dua terbilang. (terus berusaha hingga tercapai cita-cita)
b. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. (seia sekata atau bersatu padu)

D.Ungkapan, Gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.
Contoh:
a.Mereka sudah banyak makan garam dalam hal itu. (banyak pengalaman)
b.Hati-hati terhadapnya, ia terkenal si panjang tangan. (suka mencuri)

KATA ULANG ATAU REDUPLIKASI

KATA ULANG ATAU REDUPLIKASI
Kata ulang atau reduplikasi, Kata jadian yang terbentuk dengan pengulangan kata.
Bentuk kata ulang :
1. Kata ulang murni atau pengulangan seluruh atau dwilingga, yaitu pengulangan seluruh kata dasar.
Contoh :
• ibu-ibu
• - kuda-kuda
2. Kata ulang berimbuhan atau kata ulang sebagian, yaitu bentuk pengulangan kata dengan mendapat awalan, sisipan, akhiran atau gabungan imbuhan sebelum atau sesudah kata dasarnya diulang.
Contoh :
• berlari-lari
• bermain-main
• menari-nari
• hormat-menghormati
• bunga-bungaan
• kekanak-kanakan
3. Kata ulang berubah bunyi atau bervariasi fonem, baik vokal maupun konsonan.
Contoh :
• - lauk-pauk
• - serta-merta
• - warna-warni
• - gerak-gerik
• - mondar-mandir
4. Kata ulang suku awal atau dwipurwa, yaitu bentuk pengulangan suku pertama kata dasarnya, biasanya disertai variasi e pepet.
Contoh :
• lelaki, laki-laki ~ lalaki ~ lelaki
• sesama, sama-sama ~ sasama ~ sesama
• tetangga, tangga-tangga ~ tatangga ~ tetangga
5. Selain bentuk kata ulang di atas, terdapat kata ulang semu atau kata dasar berulang.
Contoh :
- cumi-cumi - paru-paru
- laba-laba - pura-pura
- biri-biri - kura-kura
- kupu-kupu
- kunang-kunang
Makna kata ulang
1. Menyatakan banyak tak tentu.
Contoh :
- gunung-gunung
- daerah-daerah
- gerak-gerik
- rumah-rumah
- pepohonan
2. Menyatakan sangat.
Contoh :
- rajin-rajin - besar-besar
- kuat-kuat - manis-manis
3. Menyatakan saling, berbalasan atau
pekerjaan dilakukan oleh dua pihak.
Contoh :
- kunjung-mengunjungi
- tuduh-menuduh
- tolong-menolong
4. Menyatakan paling atau intensitas.
Contoh :
- sebaik-baiknya
- setinggi-tingginya
- sebanyak-banyaknya
5. Menyatakan tiruan atau menyerupai.
Contoh :
- orang-orangan
- siku-siku
- rumah-rumahan
6. Menyatakan bersenang-senang atau santai.
Contoh :
- duduk-duduk - minum-minum
- membaca-baca - tidur-tiduran
- berjalan-jalan - berbaring-baring
7. Menyatakan dikenai sifat atau agak.
Contoh :
- kebarat-baratan
- kemalu-maluan
- kehijau-hijauan
8. Menyatakan himpunan pada kata bilangan.
Contoh :
- dua-dua
- lima-lima
- banyak-banyak
9. Menyatakan agak….(melemahkan arti).
Contoh :
- Kepala pening-pening.
- Badan sakit-sakit.
- Jangan malu-malu.
10. Menyatakan beberapa.
Contoh :
- bertahun-tahun ia menunggu.
- berhari-hari ia menanti.
11. Menyatakan terus-menerus.
Contoh :
- bertanya-tanya
- mencari-cari
12. Menyatakan waktu.
Contoh :
- Pagi-pagi minum es.
- Datang-datang marah.
13. Menyatakan makin atau bertambah.
Contoh :
- Lama-lama ia pingsan.
- Meluap-luap amarahnya.
14. Menyatakan berusaha … atau penyebab.
Contoh :
- menyabar-nyabarkan diri.
- menguat-nguatkan hati.
- menahan-nahan amarah.

MACAM-MACAM POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF

MACAM-MACAM POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF
1. Pengembangan Umum-Khusus, Paragraf yang dimulai dengan pikiran pokok kemudian diikuti oleh pikiran-pikiran penjelas.
Contoh:
Pada waktu menulis surat kita harus tenang. Kalau sedang sedih, bingung, kesal, atau marah kita jangan menulis surat. Kesedihan, kebingungan, kekesalan, dan kemarahan itu akan tergambar dalam surat kita. Mungkin akan tertulis kata-kata yang kurang terpikir, terburu nafsu, dan dapat merusak suasana.
2. Pengembangan Khusus-Umum, Paragraf yang dimulai dengan pikiran-pikiran penjelas kemudian diikuti oleh pikiran pokok atau kesimpulan.
Contoh:
Dengan bahasa, manusia dapat menyampaikan bermacam-macam pikiran dan perasaan kepada sesama manusia. Dengan bahasa pula, manusia dapat mewarisi dan mewariskan semua pengalaman dan pengetahuannya. Seandainya manusia tidak berbahasa, alangkah sunyinya dunia ini. Memang bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.
3. Pengembangan dengan Alasan-alasan atau Sebab Akibat, Pada paragraf ini didahului dengan sebab terjadinya sesuatu dan diikuti rincian-rincian sebagai akibatnya atau sebaliknya. Sebab sebagai pikiran utama dan akibat sebagai pikiran-pikiran penjelas.
Contoh
(1) Itik Indonesia baik sekali untuk diternakkan.(2) Pemeliharaannya sederhana sekali.(3) Telurnya banyak.(4) Tahan terhadap berbagai penyakit.(5) Ia kuat sekali berjalan jauh.
Kalimat (1) sebagai sebab dan
kalimat (2), (3), (4), (5) sebagai akibat
4. pengembangan dengan perbandingan, pengembangan paragraf jenis ini mengungkapkan persamaan dan perbedaan dua objek atau lebih.
Contoh
(1) Kota Jakarta dan Bandung mempunyai persamaan dan perbedaan. (2) Keduanya termasuk kota besar bahkan sebagai ibukota provinsi. (3) Ditinjau dari suasana, Jakarta bersuhu panas sedangkan Bandung sejuk. (4) Di samping itu, Kota Jakarta memiliki peran lain, yaitu sebagai ibukota negara.
Persamaan ditunjukkan oleh kalimat (2) dan
perbedaan oleh kalimat (3) dan (4).
5. Pengembangan dengan Contoh, Pengembangan jenis ini dikemukakan suatu pernyataan yang diikuti rincian berupa contoh-contoh.
Contoh
Sejalan dengan perkembangan sejarahnya, perbendaharaan kata Indonesia diperkaya oleh berbagai bahasa. Ada yang berasal dari bahasa daerah, ada pula yang berasal dari bahasa asing. Yang berasal dari bahasa daerah, misalnya nyeri, babak, beres, dan sewenang-wenang. Adapun yang berasal dari bahasa asing lampu, motor, ahli, akhlak, dan lain-lain.